Tiga Belas Tahun, Dua Kursi — Nicoletta Deidda dari Sardinia Melaju ke Final Coppa Italia Bulan November

Photo: courtesy of Nicoletta Deidda
Semuanya berawal dari area servis reli yang berdiri di samping sekolahnya. Kini, dengan Citroën Saxo VTS yang ia rakit dari nol bersama teman-temannya dan kru yang seluruhnya perempuan, panggung berikutnya adalah final nasional di Toskana
Nicoletta Deidda, pereli asal Sardinia, telah membalap lebih dari sepuluh tahun — awalnya sebagai co-driver, lalu juga di kursi pengemudi. Menurut penuturannya sendiri, pada 2025 ia meraih gelar juara regional bersama kru yang seluruhnya perempuan, dengan Citroën Saxo VTS yang dirakit dari nol. Pada bulan November, ia melangkah ke final nasional Coppa Italia di Toskana.
Saat ia masih duduk di bangku sekolah menengah, dunia reli datang dan berkemah tepat di sebelahnya. Area servis Rally Costa Smeralda dibangun di lapangan parkir di samping sekolahnya, dan Nicoletta Deidda muda biasa langsung bergegas dari sekolah untuk melihat mobil-mobil itu. Sejak kecil, katanya, ia lebih menyukai mobil daripada boneka. Kisahnya berawal dari pemandangan itu.
Ia adalah pereli asal Pulau Sardinia, Italia, yang berlaga di kedua kursi mobil reli — sebagai co-driver maupun pengemudi. Mottonya adalah “Mai Mollare”: jangan pernah menyerah. Dan pada November 2026, tulisnya, ia akan bertanding di final nasional Coppa Italia di Toskana.

Nicoletta Deidda in the cockpit — photo: courtesy of Nicoletta Deidda
Sebelum pernah membalap, ia lebih dulu membangun tempat bagi orang-orang untuk berkumpul. Pada 2011 ia mendirikan DS3 Sardegna, klub bagi para pemilik Citroën DS3, dan menggelar pertemuan di berbagai penjuru pulau. Pada 2012 ia menggelar pertemuan di dalam ajang Rally Italia Sardegna di kalender WRC, dengan mengundang setiap pemilik DS3 untuk ikut serta. Menurut penuturannya, pertemuan itu menarik perhatian dunia — bahkan sampai masuk ke dalam gim video WRC 4.
Titik baliknya datang dari klub itu. Salah satu sponsor klub mengajaknya membalap bersamanya. Pada 2013 ia mulai turun di reli sebagai co-driver. “Di situlah mimpi saya dimulai,” tulisnya di profil FlatOut Support miliknya.
Pada 2017 ia melakoni debut sebagai pengemudi di Rally del Vermentino, ajang reli di jalur kerikil yang sangat berat. Setelah itu ia turun di dua reli lagi sebagai pengemudi, salah satunya Rally Costa Smeralda — reli yang sama yang dulu ia datangi dengan berjalan kaki dari sekolah, kini dengan tangannya sendiri memegang setir. Sepanjang perjalanan itu, ia terus berpindah di antara kedua kursi.

This column space is a paid placement for sponsor companies. Exposure across all World Stage Journal articles, distributed in 23 languages worldwide.
Inquire About Placement →Share this article
Comments
0Related Articles

Reli Pertamanya di Usia Empat Minggu — Madelyn Tabor, Pereli Generasi Ketiga, Membangun Jalannya Sendiri Menuju Level Profesional
Madelyn Tabor, pereli stage rally asal Oregon, tumbuh dalam keluarga motorsport dan merupakan genera…

Ogier Menang di Acropolis — Kemenangan Karier WRC ke-69, Kemenangan Pertama di Yunani dalam 15 Tahun
Sébastien Ogier membawa Toyota GR Yaris Rally1 menjuarai EKO Acropolis Rally yang digelar 25–28 Juni…

FOUNDING READER
This journal exists because 100 people believed in it before the world did.
Seat #001 could be yours.
